Semuanya berawal dr sana. Ketika kamu mencoba memulainya bersama ku.
Ketika kamu membuktikan bahwa kau bersungguh-sungguh pada ku. Ketika
kamu menyakinkan ku akan perasaan mu. Ketika kamu mengucapkannya dengan
lantang kepada ku.
Aku pun tak dpt mempercayai itu. Semua terbalaskan. Yah,
terbalaskan. Aku menunggu kata-kata itu keluar dr mulut dan hati mu.
Untuk ku. Aku sudah menunggunya dgn sangat sabar. Dan kebahagian
berpihak pada ku. Tepat, 21 desember 2013. Kamu mengucapkan itu pada ku.
Dan tepat 22 desember 2013 kita memulainya bersama. Dan mengatakan
segudang perjanjian untuk di sepakati bersama. Untuk saling meyakinkan
perasaan satu sm lain.
Seminggu berlalu. Aku mulai mempercayakan bahwa kau lah yg dpt
menjaga hati ku. Meski awalnya. Aku sempat tak yakin dgn perasaan mu
itu. Karna aku tau, kau tdklah mempunyai perasaan itu sejak awal.
Dua minggu berlalu, dan masalah datang pd kita. Kau mencemburuinya.
Yah kau cemburu pdnya. Tdk logis memang, hanya karna aku bercanda
mengatakan "LDR with Christian Beadles". Kau marah, dan kau memberi ku
pilihan antara diri mu dan dirinya. Dan AKU MEMILIHNYA. Tetapi pd
akhirnya, kau menyesali itu. Kau berusaha memperbaiki semuanya. Kau
khilaf atas perkataan mu itu. Dan aku, aku memberikan mu kesempatan
kedua. Yah kesempatan yg pernah kau minta pd ku. Aku memberikannya pd
mu.
Tiga minggu berlalu. Kau lebih baik dr sebelumnya. Kau memanfaatkan
kesempatan itu dgn sangat baik. Kau tak mengecewakan aku. Kau tak
membuat ku sia-sia memberikan kesempatan itu pd mu. Kau merubahnya.
Meskipun kau msh agak cemburu dengannya. Yah, aku memaklumi itu. Karna
itu tanda sayang mu pd ku kan? Aku sangat senang, terimakasih.
Empat minggu berlalu. Dan 1bulan sudah kita menjalin hubungan ini.
Aku sempat tak yakin. Kau melakukan semua yg pernah aku harapkan.
Melakukan semua yg tak pernah aku sangka. Membuat ku tersenyum sendiri
ketika menerima pesan singkat dari mu dan menerima telepon dr mu. Yg
mana dgn nama contact di handphone ku "My Beloved ♥". Membuat ku
bersyukur pd Tuhan, akhirnya kau mengerti apa yg aku inginkan. Membuat
ku menangis senang. Membuat ku sangat bahagia. Sungguh, itu anugerah
terindah dr Tuhan.
Lima minggu berlalu. Semuanya msh sama. Kau msh memperhatikan ku.
Msh memberikan ku kata-kata sayang itu. Msh membuat ku tersenyum setiap
kali mengingat tentang mu. Aku bangga, sangat bangga. Kau, msh
mengingatku. Ketika kau lelah, kau berusaha memberiku kabar. Terimakasih
sekali lagi.
Enam minggu berlalu. Awal kesibukan mu. Kesibukan mu dgn berbagai
macam tugas sekolah. Aku sempat merasa bosan. Kau melupakan ku. Kau
melupakan semuanya tentang ku. Kau mulai membuat ku merasakan tangis itu
lagi. Tangis yg dulu pernah aku keluarkan untuk mu juga.
Tujuh minggu berlalu. Kau semakin sibuk. Dan kau semakin melupakan
adanya diriku. Kau mulai tak acuh dgn ku. Bahkan, kau hampir tak memberi
ku kabar seharian. Kau selalu meminta di perhatikan oleh ku. Kau selalu
meminta sabar dr ku. Kau selalu meminta agar aku mengerti akan
semuanya. Dan kau selalu meminta, aku melakukan apa pun yg kau ucapkan.
Aku terima itu. Aku melakukannya untuk mu. Demi mu. Dan hanya pd mu.
Delapan minggu berlalu. Dan 2bulan sudah aku mempertahankan hubungan
ini. Yg menurutku, hanya seorang diri. Sebelumnya beberapa hari yg
lalu, kita menyudahi hubungan ini. Entah karna apa. Aku melupakan
masalah kita berpisah untuk yg kedua kalinya. Tp kebahagiaan msh
berpihak pd ku. Tuhan msh mempercayai ku untuk memiliki mu. Tuhan msh
mempercayai ku untuk membuat mu tersenyum. Tuhan msh mempercayai ku
untuk menjaga mu. Dan aku sangat bersyukur pd mu Tuhan. Terimakasih atas
kepercayaan mu bahwa aku bisa membuatnya bahagia. Dan kita kembali
menjalin hubungan itu. Yah, sekali lagi, terimakasih Tuhan. Aku cinta pd
mu Tuhan.
Sembilan minggu berlalu. Dan aku kembali melihat kasih sayang mu
untuk ku. Aku kembali melihat sedikit perhatian mu yg kau tujukan pd ku.
Aku kembali melihat adanya kasih sayang mu untuk ku, sedikit. Aku
bahagia. Kau memberikan ku itu semua. Harapan awal ku bersama mu kembali
muncul. Terimakasih atas semuanya. Aku menyayangi mu.
Sepuluh minggu berlalu. Aku kembali melihat sikap mu yg mulai tak
acuh pd ku. Aku merasakan sakitnya lagi. Aku merasakan tak dibutuhkan
oleh mu. Aku merasakan, keingin bebasannya kamu dr ku. Aku merasakan,
semakin kamu menuntut ku menjadi apa yg kamu mau. Aku merasakan, tak ada
penghargaan atas apa yg telah aku lakukan untuk mu. Aku merasakan, tak
pernah adanya kamu melihat ku di depan mu. Aku merasakan, kamu selalu
melihat ke sebelah ku berdiri. Aku merasakan, semuanya mulai terasa
sia-sia. Aku mulai sakit LAGI. Karena mu.
Sebelas minggu berlalu. Kau menghancurkan semuanya. Kau merusak
kepercayaan ku pd mu. Kau melupakan semua janji-janji mu pada ku. Kau
mengingkari semuanya. Kau membuat ku merasa membuang waktu ku bersama
mu. Kau membuat ku merasakan, kau tak pantas medapatkan kepercayaan ku
lagi. Kau mensia-sia kan kepercayaan ku ini. Kau menghacurkan semuanya
dan. Semuanya. Sungguh, ini seperti mimpi buruk yg tak pernah sm sekali
aku tunggu kehadirannya di alam mimpi. Semuanya berakhir. Semuanya
kandas. Kau melepas ku. Kau membiarkan aku pergi. Kau membiarkan aku
pergi dgn merasakan sakit yg kau buat LAGI. Kau tak lagi memperjuangkan
ku, tak lagi memperjuangkan kita. Kau tega. Kau tega menghacurkan hati
ini yg sudah terlanjur terukir nama mu. Kau tega merusaknya. Seperti,
aku mengukir nama mu di sebuah pohon. Dan kau menghancurkannya dengan
pisau karna ukiran itu terlihat buruk. Kau seperti, tak menghargai apa
yg aku lakukan untuk mu. Kau hanya menginginkan semuanya sempurna. Kau
tak pernah memikirkan ku. Kau melupakan ku seperti kau melupakan rasa
manis permen ketika permen itu sudah habis. Yah, kau lah seperti itu.
Terimakasih kau sudah berpura-pura sayang pd ku selama sebelas minggu.
Terimakasih:")
Dan semuanya berakhir. Terimakasih dengan perlakuan manis yg sudah
kau lakukan untuk ku. Terimakasih untuk senyum yg sudah kau buat untuk
ku. Terimakasih untuk kata-kata manismu yg telah kau ucapkan untuk ku.
Terimakasih untuk perhatian mu untuk ku. Terimakasih untuk semuanya. Dan
skrg aku yakin. Kau sudah tak lagi menyayangi ku, atau bahkan tak
pernah?:")
Jika memang tidak pernah, terimakasih karna kau sudah berpura-pura menyayangi ku selama sebelas minggu. Termakasih:")
Aku yakin. Kau tak lagi membutuhkan ku. Kau tak lagi menginginkan ku. Kau tak lagi menyayangi ku. Terimakasih udan:")
Tidak ada komentar:
Posting Komentar